



Meski pernah populer di tangan Bruce Lee, di dunia bela diri Tanah Air, nunchaku
Menurut sejarah, nunchaku sebenarnya adalah alat penumbuk padi atau kedelai yang biasa digunakan oleh masyarakat Okinawa, Jepang, pada abad ke-17. Alat itu berfungsi memisahkan butiran padi atau kedelai dengan kulitnya.
Alat pertanian itu menjadi senjata ketika para tuan tanah di Okinawa mulai melarang penggunaan senjata di kalangan petani. Petani pun diserbu perampok dan untuk membela diri mereka menggunakan nunchaku.
Nunchaku dipopulerkan Bruce Lee pada tahun 1970-an ketika ia bermain film laga. Setelah aktor itu meninggal pada tahun 1973, demam film Bruce Lee masih bisa dirasakan oleh remaja tahun 1980-an.
Kalau dulu nunchaku lebih banyak dipakai sebagai alat membela diri, kini senjata itu lebih digunakan sebagai alat pertunjukan seni bela diri. Untuk memasyarakatkan nunchaku di Surabaya, misalnya, anggota Inc di kota tersebut sering ikut kegiatan kebudayaan.
Beberapa waktu lalu Inc Surabaya mengikuti acara festival jalanan. Sambil berparade mereka memperagakan gerakan-gerakan nunchaku, seperti memutar, menyodok, atau menyabet lalu menjepit nunchaku.
Karena sudah berkembang menjadi semacam seni pertunjukan bela diri, tak heran jika gerakan nunchaku sekarang ini lebih banyak diciptakan semata untuk keindahan. Gerakan memutar nunchaku di antara jari-jari tangan, misalnya, sama sekali tidak efektif jika digunakan untuk membela diri, apalagi menyerang musuh.
”Nunchaku itu ada dua aliran, yaitu fight style dan free style. Yang banyak dimainkan sekarang aliran free style,” kata Dodit yang bercita-cita membuat kompetisi free style nunchaku.